Nasional

Airlangga Resmikan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Banten, BBPVP Serang Siap Cetak 4.800 Tenaga Kerja Siap Pakai

×

Airlangga Resmikan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Banten, BBPVP Serang Siap Cetak 4.800 Tenaga Kerja Siap Pakai

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau pelatihan peserta usai membuka Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di BBPVP Serang, Banten, Selasa, 1 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau pelatihan peserta usai membuka Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di BBPVP Serang, Banten, Selasa, 1 September 2026

KILAS BANTEN – Pemerintah resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan menjadikan Provinsi Banten sebagai lokasi peluncuran perdana. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026).

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan berlangsung di kompleks BBPVP Serang, Jalan Raya Pandeglang–Serang, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Airlangga hadir bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Banten Andra Soni, serta para kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Usai membuka kegiatan, Airlangga meninjau sejumlah ruang pelatihan. Ia melihat langsung proses belajar peserta di berbagai bidang keterampilan, mulai dari pelatihan teknik hingga teknologi. Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan peserta mengenai materi yang sedang mereka pelajari.

Airlangga menegaskan pemerintah terus memperkuat sistem pelatihan vokasi agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, lulusan pelatihan harus memiliki kompetensi yang relevan sehingga peluang memperoleh pekerjaan menjadi lebih besar.

“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Airlangga.

Konsep link and match menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Pemerintah ingin mempersempit kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Sertifikasi itu diharapkan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja nasional.

Baca Juga  Teknologi VR: Memahami Cara Kerja dan Potensinya di Masa Depan

Secara nasional, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan sekitar 70 ribu peserta. Pelatihan akan dilaksanakan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta satuan pelayanan Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai daerah.

Di Provinsi Banten, BBPVP Serang menjadi salah satu pusat pelaksanaan program. Lembaga ini menyiapkan berbagai jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri, di antaranya teknik las, teknik listrik, manufaktur, teknologi informasi dan komunikasi, industri garmen, pengoperasian mesin CNC, instalasi listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengelasan, hingga aplikasi perkantoran.

Sepanjang tahun 2026, BBPVP Serang menargetkan sebanyak 4.800 peserta mengikuti pelatihan. Sebanyak 2.700 peserta akan menjalani pelatihan langsung di BBPVP Serang, sedangkan sisanya mengikuti program melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah.

Pemerintah juga memastikan seluruh peserta memperoleh berbagai fasilitas penunjang. Seluruh pelatihan diberikan secara gratis. Peserta mendapatkan makan siang, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui program ini, pemerintah berharap kualitas tenaga kerja Indonesia semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang. BBPVP Serang juga diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi di Banten yang mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dan sektor industri sehingga lahir tenaga kerja yang profesional, produktif, dan siap bersaing di pasar kerja modern.***