KILAS BANTEN – Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di Kabupaten Serang, diantaranya di Kecamatan Padarincang, Cinangka, dan Gunungsari yang terkena dampaknya pada Rabu malam.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat menyampaikan telah mengirim personil yang di bantu oleh para relawan dan juga TNI/Polri serta pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana banjir tersebut.
Ada sekitar 15 orang yang telah di evakuasi dan para penghuni rumah yang berada di bantaran sungai telah bergeser ke tempat yang aman.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyebab utama di Padarincang khususnya di desa Sukamaju, itu karena banyak rumah di deket sungai itu tanah resapan air dan pemerintah sudah melarang untuk membangun rumah di atas tanah resapan air.” ujarnya di Pendopo Bupati Serang, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurutnya kalau saja itu di tertibkan di daerah tanah resapan air tidak akan berdampak terlalu besar dan juga ini merupakan bagian upaya pemerintah daerah yang berkolaborasi juga dengan Cagar Alam dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidurian, Ciujung dan Cibanten (BBWS C3).
Walaupun tanah itu termasuk ke dalam resapan air, tetapi para warga mencari nafkah di atas tanah tersebut karena tanah nya sangat subur.
“Kedua akar permasalahannya kalo pengerukan sungai yang mengalirkan danau secara periodik diangkat diperdalam, insyaallah tidak terlalu besar, cuma ini kewenangannya cagar alam.” sambungnya
Cagar alam sangat straight dan disiplin dan tidak boleh selain orang cagar yang menormalisasi kan hal tersebut karena adanya oknum oknum tertentu yang memanfaatkan hal tersebut ketika mengeruk di bangun lagi.***
Penulis : Ihsan Sanjaya
Editor : Taufik

















