KILAS BANTEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang tancap gas mendorong petani memanfaatkan program subsidi bunga kredit alat dan mesin pertanian atau alsintan dari Kementerian Pertanian. Melalui program ini, petani hanya menanggung bunga kredit sebesar 3 persen per tahun, setelah mendapatkan subsidi bunga 8,5 persen dari total bunga normal 11,5 persen.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menilai program tersebut menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan permodalan yang selama ini dihadapi petani. Selain itu, skema pembiayaan murah ini diyakini mampu mempercepat modernisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas di tingkat lapangan.
Dorongan tersebut disampaikan Suhardjo saat membuka Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Alsintan Kementerian Pertanian di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Kecamatan Pontang, Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti puluhan petani dan penyuluh pertanian dari Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Lebak Wangi, Carenang, hingga Binuang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendorong petani agar memanfaatkan program dari Kementan ini. Subsidi bunganya mencapai 8,5 persen, sehingga petani hanya membayar bunga 3 persen per tahun. Program ini sejalan dengan Kolaborasi Terpadu Pertanian atau Ratu Tani Bahagia,” kata Suhardjo, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurutnya, akses pembiayaan dengan bunga rendah menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian. Selama ini, keterbatasan modal sering membuat petani sulit mengembangkan usaha maupun beralih ke teknologi pertanian modern. Kehadiran subsidi bunga dinilai memberi ruang bagi petani untuk berinvestasi tanpa terbebani cicilan tinggi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















