Jejak Wali Dermawan Banten: Syekh Kicili Bayun, Poros Musyawarah dan Teladan Umat hingga Kini

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peziarah memadati Maqbaroh Keramat Syekh Kicili Bayun di Kampung Nambo Desa RT/RW. 002/001 Desa Cibodas, Tanara, Kabupaten Serang, menjelang peringatan Haul Akbar ke-338.

i

Peziarah memadati Maqbaroh Keramat Syekh Kicili Bayun di Kampung Nambo Desa RT/RW. 002/001 Desa Cibodas, Tanara, Kabupaten Serang, menjelang peringatan Haul Akbar ke-338.

KILAS BANTEN – Nama Syekh Kicili Bayun bin Raden Kenyep bin Pangeran Jaga Lautan bin Sultan Maulana Hasanuddin Banten tetap hidup dalam ingatan masyarakat hingga hari ini. Sosok ulama kharismatik tersebut dikenal luas sebagai figur dermawan, berilmu, dan menjadi poros utama musyawarah rakyat Banten pada masanya. Peran itu membuat namanya terus dikenang lintas generasi.

 

Dalam berbagai riwayat yang berkembang di tengah masyarakat, Syekh Kicili Bayun menempati posisi sentral dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan umat. Rumah dan lingkungan tempat tinggalnya kerap menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk bermusyawarah, membahas persoalan sosial, hingga merumuskan langkah dakwah.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Syekh Kicili Bayun juga dikenal sebagai sosok yang ringan tangan. Ia sering disebut sebagai donatur utama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keislaman. Kedermawanannya tidak semata dalam bentuk materi, tetapi juga waktu dan perhatian. Masyarakat merasakan langsung manfaat dari kehadirannya sebagai pelindung dan pengayom.

Baca Juga  Gak Ada Lawan, Kota Serang Raih Skor 99,85 Persen Keterbukaan Informasi, Anti Drama Sengketa

 

Peran tersebut menjadikan Syekh Kicili Bayun dihormati tidak hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai pemersatu masyarakat. Dalam setiap musyawarah, ia dikenal mampu menyampaikan pandangan yang menenangkan. Pendekatannya bersifat solutif dan mengedepankan kepentingan bersama. Banyak persoalan berhasil diselesaikan melalui petuah dan kebijaksanaannya.

 

Ketokohan Syekh Kicili Bayun juga ditopang oleh kedalaman spiritualnya. Sejumlah pendapat menyebutkan bahwa ia menjalani kehidupan dengan laku spiritual yang kuat dan mengamalkan ajaran tarekat secara konsisten. Kesalehan pribadi itu tercermin dalam sikap hidupnya yang sederhana, tenang, dan penuh pengabdian.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Syekh Kicili Bayun dikenal sebagai wali dermawan dan pusat musyawarah rakyat Banten. Haul Akbar ke-338 akan digelar di Tanara, Serang, sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan keteladanan beliau.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru