Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Kamis, 2 April 2026 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

i

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

KILAS BANTEN – Gelombang baru gerakan anak muda dalam merawat perdamaian mulai terlihat. Program PeaceLab: Promoting Peace through Culture & History Education hadir sebagai terobosan segar yang menggabungkan edukasi budaya dan sejarah dengan isu perdamaian. Inisiatif ini langsung mencuri perhatian karena pendekatannya yang relevan dengan generasi muda.

 

Program ini mendorong peserta untuk memahami akar budaya dan sejarah sebagai fondasi utama membangun masyarakat yang harmonis. Tidak sekadar belajar teori, peserta aktif berdiskusi dan terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif. Mereka diajak melihat identitas diri secara lebih dalam sekaligus memahami tantangan sosial yang ada.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

PeaceLab digagas oleh komunitas JASUKE (Java Super Keren) Alumni AS, yang merupakan jaringan alumni program Pemerintah Amerika Serikat di wilayah Jawa. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui Alumni AS Network. Sejumlah organisasi turut berkolaborasi, mulai dari komunitas mahasiswa hingga lembaga sosial dan pendidikan.

Baca Juga  Detik-Detik Penyelamatan Dramatis Tiga ABK yang Terjebak di Tangki Minyak Kapal MT Hendropriyono III

 

Selain itu, dukungan juga datang dari instansi pemerintah. Di antaranya Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magetan. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat pelaksanaan program sekaligus memperluas dampaknya.

 

Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, PeaceLab menawarkan pendekatan berbeda. Program ini mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan isu-isu penting seperti perdamaian, berpikir kritis, dan partisipasi sipil. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak menganalisis dan merefleksikan peran budaya dalam mencegah konflik sosial.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden
Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus
Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Program PeaceLab sukses menggerakkan generasi muda untuk merawat perdamaian melalui edukasi budaya dan sejarah. Inisiatif ini dinilai efektif membangun kesadaran kritis dan toleransi di tengah tantangan sosial.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden

Jumat, 24 April 2026 - 17:00

Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus

Senin, 20 April 2026 - 16:22

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

Senin, 20 April 2026 - 15:00

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:00

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru