Melihat tren peningkatan tersebut, manajemen Pelindo Regional 2 Banten mengambil langkah strategis untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah penambahan kapasitas tambatan kapal. Dari sebelumnya hanya tiga tambatan, kini kapasitas sandar ditingkatkan menjadi empat tambatan aktif.
Tambatan tersebut tersebar di sejumlah dermaga. Dermaga 05A kini mengoperasikan dua tambatan. Sementara Dermaga 007 dan Dermaga 002 masing-masing difungsikan satu tambatan. Penambahan ini bertujuan mempercepat proses sandar kapal dan mempersingkat waktu tunggu, terutama saat volume kapal meningkat.
Optimalisasi tidak hanya dilakukan di sisi laut. Pelindo Regional 2 Banten juga memperluas buffer area atau area tunggu kendaraan di darat. Sebelumnya, area tunggu hanya memanfaatkan Lapangan Ex Holcim dan Lapangan R2. Kini, kapasitas diperluas dengan menambah Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad. Langkah ini dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan agar tidak menumpuk di dalam maupun luar area pelabuhan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan seluruh langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa. Ia menegaskan bahwa manajemen terus memantau kondisi lapangan secara langsung.
“Kami memantau kondisi operasional secara real-time. Jumlah kapal yang beroperasi meningkat dari semula delapan atau sembilan kapal menjadi sepuluh kapal. Hal ini menuntut kesiapan pelabuhan yang lebih optimal,” ujar Benny dalam keterangannya, Senin, 29 Desember 2025.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















