Anggaran Perpustakaan Rp8,6 Miliar Dipersoalkan, Kepala DPKD Kabupaten Serang Buka Hitungan: Lebih Hemat dari Bangun 30 Rumah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah

i

Gedung Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah

“Kalau 30 rumah dikalikan Rp400 juta saja, totalnya sudah Rp12 miliar. Sementara gedung perpustakaan ini dibangun dengan anggaran Rp8,6 miliar. Dari hitungan sederhana itu saja sudah terlihat jauh lebih efisien,” katanya.

Ia menegaskan, anggaran Rp8,6 miliar tersebut difokuskan untuk pembangunan fisik gedung utama perpustakaan. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Dana Alokasi Khusus. Dukungan pemerintah pusat, kata Rahmat, menjadi bukti bahwa pembangunan literasi daerah mendapat perhatian serius.

“Bangunan fisiknya bersumber dari APBN melalui DAK. Kita patut bersyukur karena pemerintah pusat sangat mendukung pembangunan perpustakaan di daerah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang turut mengambil peran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. APBD digunakan untuk membiayai kebutuhan penunjang yang tidak tercakup dalam dana pusat.

Baca Juga  Darurat Sampah Kabupaten Serang, DPRD Warning APBD Terancam Jebol dan Dorong TPA Regional

Rahmat merinci, dukungan daerah mencakup pemadatan lahan, jasa konsultan perencanaan, serta pengadaan fasilitas tambahan seperti videotron dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, dukungan ini bertujuan menyempurnakan fungsi gedung agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Pemadatan lahan dari pemerintah daerah. Konsultan juga dari daerah. Fasilitas penunjang lainnya untuk kesempurnaan bangunan ini juga disiapkan oleh Pemda,” jelasnya.

Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya literasi. Rahmat menekankan bahwa perpustakaan bukan sekadar bangunan, melainkan pusat pengembangan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
Kepala DPKD Kabupaten Serang memberi klarifikasi soal anggaran Rp8,6 miliar pembangunan gedung perpustakaan daerah. Rahmat Fitriadi menegaskan anggaran tersebut efisien dan didukung APBN serta APBD.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru