“Ini investasi jangka panjang. Kita ingin pengetahuan masyarakat meningkat, peradaban berkembang, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga ikut naik,” ucapnya.
Rahmat juga memastikan gedung perpustakaan daerah akan dilengkapi berbagai fasilitas modern. Selain koleksi buku cetak, perpustakaan akan menyediakan layanan e-library dan akses buku digital. Fasilitas jaringan internet nirkabel juga disiapkan untuk mendukung aktivitas belajar.
“Kita punya e-library. Masyarakat tetap bisa mengakses buku digital. Spot Wi-Fi juga kita siapkan supaya pengunjung nyaman,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Gedung perpustakaan ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk berbagai komunitas. Rahmat membuka peluang bagi komunitas seni, budaya, media, hingga keilmuan untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang diskusi dan kegiatan positif.
“Silakan komunitas berkegiatan di sana. Buat konsep yang bagus. Perpustakaan ini milik bersama,” katanya.
Terkait peluncuran gedung perpustakaan, Rahmat menargetkan peresmian dilakukan pada tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut bisa terlaksana pada triwulan pertama sebagai momentum penguatan literasi di Kabupaten Serang.
“Insyaallah launching tahun ini. Saya berharap di triwulan pertama. Kita siapkan dengan matang karena ini momentum penting,” pungkasnya.
Dengan penjelasan tersebut, Rahmat berharap masyarakat dapat memahami bahwa anggaran Rp8,6 miliar justru mencerminkan efisiensi dan keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di Kabupaten Serang.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















