“Botol plastik bisa menjadi sapu, tutup botol jadi gantungan, sedangkan kresek plastik bisa menjadi mainan mewarnai untuk anak-anak,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Program pengelolaan sampah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi. Bank Sampah 102 juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.
Keuntungan dari hasil pengelolaan sampah diputar kembali untuk mendukung rumah belajar gratis, santunan anak yatim, hingga program Jumat Berkah bagi warga kurang mampu di lingkungan sekitar.
“Kami tidak hanya mengumpulkan sampah. Ada edukasi lingkungan dan kegiatan sosial. Hasil dari pengelolaan sampah kembali digunakan untuk membantu masyarakat,” jelas Saifuddin.
Keberadaan bank sampah itu perlahan mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Warga yang sebelumnya terbiasa membuang sampah sembarangan kini mulai sadar pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan permukiman. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi sampah kini terlihat lebih bersih, sehat, dan tertata.
Tidak hanya itu, anak-anak di sekitar lokasi juga mendapatkan ruang belajar tambahan melalui rumah belajar gratis yang dikelola bersama program bank sampah.
“Lingkungan sekarang lebih bersih dan sehat. Anak-anak juga memiliki rumah belajar sehingga waktu mereka lebih bermanfaat,” tambahnya.
Manfaat keberadaan Bank Sampah 102 juga dirasakan langsung oleh para nasabah. Salah seorang warga, Pipit, mengaku pengelolaan sampah memberi tambahan penghasilan bagi keluarganya.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















