“Untuk uji emisi seharusnya metode isokinetik. Alat yang kami miliki belum memenuhi SNI,” jelasnya.
Selain itu, UPTD juga berencana menambah alat pengujian minyak dan lemak. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Setiap tahun kami ajukan pengadaan. Kalau anggaran memungkinkan, langsung dilaksanakan. Kalau belum, kami lanjutkan tahun berikutnya,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah keterbatasan, UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup tetap aktif menjalankan fungsi pengujian. Selama tahun ini, laboratorium menerima sampel dari internal Dinas Lingkungan Hidup, termasuk pemantauan kualitas air sungai.
“Kami melakukan uji pemantauan di Sungai Ciujung, Cidurian, dan Cibanten,” ujar Paisal.
UPTD juga terlibat dalam penegakan hukum lingkungan. Tim laboratorium turun langsung ke lapangan bersama pengawas industri saat terjadi dugaan pencemaran.
“Kalau ada persoalan lingkungan di industri, kami ikut turun untuk pengujian sampel,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
















