Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ma'had Al-Jam'iah UIN SMH Banten, saat membuka seminar keislaman tentang penguatan turats di era digital di Gedung Pusgiwa Kampus 2, Kamis, 16 April 2026, diikuti ratusan mahasantri.

i

Ma'had Al-Jam'iah UIN SMH Banten, saat membuka seminar keislaman tentang penguatan turats di era digital di Gedung Pusgiwa Kampus 2, Kamis, 16 April 2026, diikuti ratusan mahasantri.

 

Tanpa fondasi yang kuat, kata dia, perkembangan ilmu akan mudah goyah di tengah perubahan zaman yang cepat. Ia menekankan bahwa era digital justru harus menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan, bukan meninggalkannya.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasantri harus mampu menyinergikan nilai-nilai turats dengan kemajuan teknologi agar tetap relevan dan memiliki daya saing,” ungkapnya.

 

Seminar berlangsung dinamis dengan moderasi Indah Zakiah Putri. Suasana cair sejak awal berkat pantun pembuka yang menghidupkan forum. Memasuki sesi diskusi, antusiasme peserta meningkat. Mahasantri aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait implementasi turats di tengah perkembangan teknologi modern.

Baca Juga  Isra Mi’raj Dihadiri Lintas Iman di Kota Serang, FKUB Gaungkan Harmoni Spiritual, Teknologi, dan Lingkungan

 

Selain diskusi ilmiah, acara juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dari mahasantri putri. Pembacaan Nadzom Adabut Thollab dan Nadzom Baiquni, pertunjukan musik gambus dan akustik, hingga pembacaan puisi turut meramaikan suasana.

 

Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 17.15 WIB dengan semangat refleksi yang kuat. Seminar ini diharapkan mampu melahirkan generasi mahasantri yang tidak hanya memahami turats sebagai warisan intelektual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

 

Penguatan karakter, peningkatan literasi, dan pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tangguh, kritis, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang autentik di tengah arus digitalisasi.***

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
Gubernur Banten Andra Soni Sidak Tengah Malam di Merak, Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Tanpa Hambatan
Seminar keislaman UIN SMH Banten menyoroti pentingnya turats di era digital. Prof Ishom dorong mahasantri menulis buku dan produksi konten edukatif, sekaligus peringatkan bahaya instanisme

Berita Terkait

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Berita Terbaru