Karena itu, setiap pengelola media sosial dan website di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang diminta mampu menyajikan informasi yang mudah dipahami masyarakat serta aktif merespons berbagai kebutuhan warga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany menjelaskan forum tersebut digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi pengelola komunikasi publik di lingkungan pemerintahan.
Menurut Mugiya, tantangan komunikasi publik di era digital semakin kompleks. Masyarakat kini menuntut informasi yang cepat, jelas, dan mudah diakses kapan saja.
“Kami menghadirkan narasumber dari praktisi nasional dan pemerintah pusat untuk memberikan wawasan baru terkait pengelolaan komunikasi publik, media sosial, website, hingga pelayanan informasi kepada masyarakat,” kata Mugiya.
Dalam forum tersebut, Diskominfo menghadirkan sejumlah pembicara nasional. Di antaranya Product Manager KATADATA Firman Firdaus dan Head of Digital Communication Subdivision Kementerian Keuangan Republik Indonesia Abdul Aziz.
Keduanya membagikan strategi pengelolaan komunikasi digital yang efektif, mulai dari optimalisasi website pemerintah hingga penguatan media sosial yang informatif dan interaktif.
Firman Firdaus menyoroti masih banyak website pemerintah yang belum ramah pengguna. Menurut dia, website pemerintah seharusnya menjadi pusat informasi publik yang memudahkan masyarakat mendapatkan layanan dan akses pengaduan.
“Website pemerintah harus kembali pada fungsi utamanya, yaitu menjadi sumber informasi warga terkait layanan, pengaduan, dan kebutuhan informasi publik,” ujar Firman.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















