Dalam pertemuan tersebut, PC Fatayat NU Kota Serang memaparkan sejumlah program strategis. Program itu meliputi pendampingan literasi keluarga, penguatan pendidikan karakter berbasis komunitas, edukasi kesadaran gender dan perlindungan anak di lingkungan sekolah, penguatan kepemimpinan perempuan muda, serta pendampingan bagi keluarga dan peserta didik dari kelompok rentan. Seluruh program dirancang partisipatif dan berorientasi jangka panjang.
Kendati demikian, Ketua Umum PC Fatayat NU Kota Serang, Neneng Paridah, menyebut audiensi ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral organisasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai secara utuh, tidak berhenti pada capaian akademik.
“Pendidikan juga soal menanamkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesadaran sosial. Fatayat NU hadir membawa perspektif perempuan yang dekat dengan keluarga, anak, dan komunitas,” kata Neneng, Selasa, 6 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, Fatayat NU berkomitmen mendorong kader perempuan agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah, termasuk dalam perumusan dan pengawalan kebijakan pendidikan.
Menurutnya, keterlibatan perempuan sejak tahap awal akan memperkuat kualitas kebijakan yang dihasilkan.
Sementara itu, pengurus PC Fatayat NU Kota Serang, Siti Suirat, menilai sinergi dengan Disdikbud sebagai investasi sosial jangka panjang. Ia menekankan kuatnya peran perempuan dalam dunia pendidikan, baik di ruang keluarga maupun masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial saling menguatkan. Tujuannya menciptakan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter,” ujarnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















