Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber

Kilas Banten
14 Mei 2026 06:00
4 menit membaca

 

Bagi FUDA UIN Banten, tema tersebut sejalan dengan visi fakultas dalam mengembangkan keilmuan Islam dan humaniora berbasis kearifan lokal Banten yang mampu bersaing di tingkat global.

 

Banten sendiri dikenal memiliki warisan sejarah Islam dan tradisi intelektual yang kuat. Mulai dari manuskrip keagamaan, budaya lokal, bahasa, hingga sejarah peradaban Islam Nusantara yang masih terus berkembang.

 

Kekayaan tersebut dinilai perlu dikembangkan melalui pendekatan akademik modern dan berbasis teknologi digital agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

 

Selain itu, forum juga menetapkan tiga kategori utama dalam Kompetisi Ilmiah Internasional Mahasiswa Adab dan Humaniora, yakni writing, reading, dan produk digital.

Baca Juga  130 Mahasiswa KPI UIN Banten Geruduk DPRD, Bongkar Langsung Cara Kerja Demokrasi dan Kinerja Wakil Rakyat

 

Pembagian kategori itu menunjukkan bahwa mahasiswa bidang adab dan humaniora kini tidak cukup hanya memahami teks secara teoritis. Mereka juga dituntut mampu menulis secara akademik, berpikir kritis, dan menghasilkan karya digital yang kreatif serta inovatif.

 

Forum tersebut turut mengingatkan bahwa fakultas-fakultas adab dan humaniora di lingkungan PTKIN harus bergerak lebih progresif. Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya mempertahankan eksistensi program studi, tetapi juga harus mampu menjawab perubahan sosial dan perkembangan teknologi global.

 

Lulusan di era siber dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami konteks sosial, menguasai teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai etik, spiritualitas, dan kebangsaan.