Menurut Neneng, Fatayat NU siap terlibat dalam pendidikan pemilih dengan menyasar kaum perempuan dan pemilih pemula. Edukasi akan dilakukan melalui basis komunitas Fatayat, termasuk pesantren dan majelis taklim yang selama ini menjadi ruang strategis pembinaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pendidikan pemilih, Fatayat NU juga menawarkan kerja sama dalam pengawalan demokrasi. Bentuknya antara lain sosialisasi tahapan pemilu yang sedang berjalan pada 2026 serta keterlibatan dalam pemantauan proses demokrasi di tingkat lokal.
“Kami juga mendorong peningkatan keterwakilan perempuan dalam struktur penyelenggara pemilu, mulai dari PPK, PPS, hingga KPPS,” kata Neneng.
Ketua KPU Kota Serang, Nanas Nasihudin, mengapresiasi inisiatif Fatayat NU. Ia menilai Fatayat NU sebagai mitra strategis karena memiliki basis massa yang kuat hingga ke akar rumput. Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi perempuan sangat penting untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepemiluan.
Dalam audiensi tersebut, Nanas memaparkan perkembangan tahapan pemilu dan pilkada yang sedang berlangsung pada Januari 2026. Ia juga membuka peluang kolaborasi program sosialisasi berbasis komunitas serta menekankan pentingnya peran Fatayat NU dalam menangkal hoaks dan praktik politik uang.
Komisioner KPU Kota Serang, Hanifa, menambahkan bahwa penguatan demokrasi membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat. Ia menilai kehadiran Fatayat NU dapat meningkatkan partisipasi perempuan sekaligus kualitas demokrasi di Kota Serang.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















