Di sektor infrastruktur, pembangunan juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah mendorong realisasi pembangunan SDN Inpres Cikeusal yang saat ini masih dalam tahap negosiasi antara pelaksana proyek dan kontraktor. Proyek ini diharapkan segera berjalan untuk menjawab kebutuhan ruang belajar.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya itu, pemerintah juga merencanakan penambahan empat ruang kelas baru di wilayah Cikande Permai. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar yang selama ini menjadi kendala di sejumlah sekolah.
Program regrouping atau penggabungan sekolah menjadi bagian penting dari kebijakan ini. Program ini menyasar sekolah-sekolah yang berada dalam satu kawasan atau memiliki akses masuk yang sama. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan.
Abidin menjelaskan, regrouping juga menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga guru dan kepala sekolah. Selain itu, penggabungan sekolah dinilai dapat menekan potensi perundungan antar siswa dari sekolah berbeda yang berada di lokasi yang sama.
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan terintegrasi,” katanya.
Sejumlah wilayah telah diidentifikasi sebagai lokasi awal program ini. Di antaranya Kragilan, Baros, Bojonegara, dan Pulo Ampel. Khusus di Kragilan, penggabungan direncanakan untuk SDN Undar Andir 1 dan 2 yang berada dalam satu kawasan.
Selain penataan kelembagaan, pemerintah juga akan menyesuaikan nama sekolah agar selaras dengan wilayah administratif desa. Kebijakan ini bertujuan mempermudah pendataan serta memperjelas identitas sekolah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















