“Penyaluran zakat ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada delapan asnaf. Di antaranya fakir, miskin, muallaf, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah. Itu yang menjadi sasaran utama penyaluran zakat,” kata Wawan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Baznas Provinsi Banten juga terus mendorong pengumpulan zakat profesi dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum. Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan total penghimpunan zakat setiap tahun.
Untuk tahun 2026, Baznas Banten menargetkan penghimpunan zakat dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, total zakat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp30 miliar.
“Tahun ini kami berharap bisa melanjutkan capaian tahun lalu yang sekitar Rp30 miliar. Mudah-mudahan jumlahnya bisa meningkat,” ujar Wawan.
Dalam kegiatan Gebyar Zakat 2026 yang digelar hari ini, Baznas menargetkan penghimpunan zakat berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Target tersebut diharapkan tercapai melalui partisipasi berbagai elemen masyarakat.
Wawan optimistis kesadaran masyarakat Banten untuk menunaikan zakat terus meningkat. Hal ini terlihat dari tren pengumpulan zakat yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Baznas juga menegaskan komitmennya untuk mengelola dana zakat secara transparan, profesional, dan tepat sasaran. Lembaga ini terus mengembangkan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi untuk membantu para mustahik.
Melalui kegiatan Gebyar Zakat 2026, Baznas berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat semakin kuat. Momentum Nuzulul Qur’an juga diharapkan menjadi pengingat pentingnya zakat sebagai instrumen keadilan sosial dalam Islam.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















