Suasana halalbihalal PCNU Kota Serang di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Minggu, 12 April 2026, yang dihadiri para kiai dan pengurus NU dari berbagai tingkatan.“NU itu besar. NU menjaga kitab kuning dan tradisi pesantren. Jangan menilai hanya dari satu sisi,” ujarnya.
Kiai Matin juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi pesantren di tengah perkembangan zaman. Ia menyoroti adanya kecenderungan sebagian pesantren modern yang mulai meninggalkan kajian kitab kuning.
“Kalau kitab kuning ditinggalkan, maka pemahaman keagamaan yang mendalam juga akan berkurang,” katanya.
Ia mengajak seluruh warga NU untuk terus bergerak dan tidak gentar menghadapi kritik maupun tekanan. Menurutnya, selama langkah yang diambil dilandasi ilmu dan bertujuan untuk kemaslahatan umat, maka harus terus dijalankan.
Mengutip pesan Imam Syafi’i, ia mengingatkan pentingnya mengisi waktu dengan kebaikan.
“Jika kita tidak sibuk dengan kebenaran, maka kita akan sibuk dengan kebatilan,” ujarnya.
Kegiatan halalbihalal ini menjadi simbol kuat bahwa NU di Banten tetap solid. Di tengah berbagai dinamika dan tantangan era digital, NU terus memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta mempertahankan tradisi pesantren sebagai fondasi utama.***