Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Kilas Banten
12 Apr 2026 20:26
Serang 0
4 menit membaca

 

“Ini murni gerakan organisasi. Bukan gerakan politik. NU tetap berjalan dengan kekuatan sendiri,” ujarnya.

 

Dalam pidatonya, Kiai Hafis juga menyoroti pentingnya pemahaman yang tepat terhadap konsep Islam Nusantara. Ia menilai masih banyak pihak yang salah memahami konsep tersebut sebagai aliran baru, padahal sejatinya merupakan bentuk ekspresi Islam yang selaras dengan budaya lokal.

 

“Yang kita pakai, seperti sarung dan peci, itu bagian dari budaya. Yang penting nilai syariatnya tetap terjaga,” katanya.

 

Ia mengingatkan warga NU agar tidak mudah terpengaruh narasi negatif di media sosial.

Baca Juga  244 KK Dapat Dana Kerohiman Rp5 Juta, Pemkot Serang Pastikan Tepat Sasaran

 

Menurutnya, banyak penilaian terhadap NU yang hanya berdasarkan potongan informasi yang tidak utuh.

 

Pandangan senada disampaikan Mustasyar PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari NU harus dilandasi ilmu dan keyakinan yang kuat, bukan sekadar ikut-ikutan.

 

“Ber-NU harus dengan ilmu dan keyakinan, bukan sekadar ikut-ikutan,” tegasnya.

 

Kiai Matin menjelaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah aliran baru, melainkan cara berislam yang menghargai budaya lokal tanpa meninggalkan syariat. Ia menekankan pentingnya menempatkan agama dan budaya secara proporsional.

 

Menurutnya, tantangan NU di era digital semakin besar. Banyak pihak menilai NU hanya dari potongan video atau pernyataan tokoh tertentu di media sosial. Padahal, NU memiliki peran besar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam melalui pesantren dan kajian kitab kuning.