Gubernur Banten Andra Soni saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Film Pendek Hari Air Sedunia 2026 di Aula Dinas PUPR Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan lomba ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda. Ia menyebut anak muda bukan hanya penonton, tetapi juga agen perubahan dalam isu sosial dan lingkungan.
Arlan menambahkan, peringatan Hari Air Sedunia tahun ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Air harus dikelola dari hulu hingga hilir secara bertanggung jawab. Ia juga menyoroti peran Dewan Sumber Daya Air sebagai forum strategis dalam merumuskan kebijakan pengelolaan air di Banten.
Proses penjurian dilakukan secara ketat dan profesional. Tiga dewan juri menilai setiap karya berdasarkan kualitas cerita, kreativitas, kesesuaian tema, serta dampak edukatifnya. Hal ini memastikan setiap film memiliki pesan yang kuat dan relevan.
Untuk kategori pelajar dan mahasiswa, juara pertama diraih film “Sebelum Waktunya” karya SMAN 3 Kota Serang. Juara kedua diraih “Sa Tetes” dari SMK PGRI 1 Tangerang. Juara ketiga jatuh pada “Bukan Sekadar Tetes” dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Sementara itu, pada kategori umum, juara pertama diraih film “Nasihat Ibu” karya Sadulur Kreatif. Juara kedua adalah “Tagihan Bulan Ini” karya ADC Banten. Juara ketiga diraih “Perempuan Penjaga Muara” karya The Sukanda Production.
Ajang ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi sarana efektif dalam menyuarakan isu lingkungan dan sosial. Pemerintah Provinsi Banten berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan mampu melibatkan lebih banyak generasi muda di masa mendatang.***