“RDP ini bukan hanya membahas tugas dan hambatan, tetapi juga menjadi evaluasi dan revolusi bersama dalam menjalankan amanah organisasi. PMII adalah organisasi kaderisasi, dan Kopri harus membuktikan kekuatannya melalui kaderisasi yang berlapis dan berkelanjutan,” ujar Rohati, Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia berharap para pimpinan Kopri cabang dapat kembali merawat semangat kaderisasi di tingkat lokal. Menurutnya, kaderisasi yang sehat akan melahirkan kader perempuan yang tangguh, kritis, dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Ketua KOPRI PKC PMII Banten, Novi Oktaviani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan antusiasme seluruh peserta. Ia menilai RDP mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kaderisasi Kopri di Banten perlu ditinjau dan diperbaiki secara serius.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua Kopri dan tim kaderisasi cabang PMII se-Banten yang hadir dan aktif berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi Kopri perlu pembenahan, baik dari sisi fasilitator maupun minat kader,” kata Novi.
RDP juga menghadirkan pandangan dari para Ketua Kopri Cabang PMII Banten, antara lain Lulu Lateefah dari Kota Serang, Zahra dari Kabupaten Tangerang, Nanda dari Kabupaten Lebak, Ihah dari Kabupaten Serang, Erna dari Kabupaten Pandeglang, Zebrina Destha dari Kota Tangerang, dan Dewi Nita dari Kota Cilegon.
Para ketua cabang sepakat bahwa kaderisasi Kopri membutuhkan formulasi baru. Pembaruan diperlukan pada konsep kaderisasi, peningkatan kualitas fasilitator, serta strategi menumbuhkan minat kader agar gerak Kopri sejalan dengan visi dan misi organisasi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















