Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat menerima peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian Ketenagakerjaan RI yang melakukan studi lapangan terkait penerapan merit system dan inovasi pelayanan publik di Kota Tangerang.
“Terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokus studi lapangan juga tidak terlepas dari penerapan sistem merit yang dinilai baik dalam manajemen ASN. Selain itu, berbagai capaian yang berhasil diraih Pemkot Tangerang turut menjadi pertimbangan,” ujar Maryono, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menambahkan, berbagai penghargaan yang diterima pemerintah daerah menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendapatkan berbagai apresiasi atas tata kelola pemerintahan yang baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Narsih, mengungkapkan bahwa penunjukan Kota Tangerang dilakukan setelah melalui proses kajian yang melibatkan sejumlah daerah lain sebagai bahan perbandingan.
Menurut Narsih, Kota Tangerang memiliki sederet keunggulan yang membuatnya layak menjadi tempat belajar bagi para pejabat administrator dari berbagai instansi pemerintah.
Salah satu prestasi yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Kota Tangerang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 19 kali berturut-turut. Selain itu, berbagai penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, reformasi birokrasi, merit system, serta inovasi pemerintahan turut memperkuat daya tarik daerah tersebut.
“Kota Tangerang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya adalah keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian selama 19 kali berturut-turut. Selain itu, penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, manajemen birokrasi, merit system, serta berbagai inovasi yang dimiliki menjadi daya tarik tersendiri,” ungkap Narsih.