Kepemimpinan, kata dia, merupakan seni memengaruhi perilaku orang lain agar mau bekerja sama secara produktif.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain manajemen dan kepemimpinan, Taufik juga menekankan pentingnya pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyyah bagi anggota ROHIS.
Ia menyebut Islam Aswaja an-Nahdliyyah sebagai manhaj berpikir yang relevan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Aswaja an-Nahdliyyah menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang relevan sepanjang zaman dan tempat. Namun relevansi itu sangat bergantung pada cara umat Islam mengamalkan ajarannya,” kata Taufik, yang juga berprofesi sebagai jurnalis merangkap Komisaris Utama di PT DISTRIK MEDIA GROUP, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah bersifat dinamis dan terbuka terhadap pembaruan.
“Sebagai metode pemahaman, Islam Aswaja an-Nahdliyyah mendorong sikap moderat, toleran, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam,” tutupnya.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















