Menurutnya, relokasi sementara menjadi solusi paling memungkinkan dalam kondisi darurat saat ini. Pembangunan rumah baru belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena membutuhkan lahan serta koordinasi dengan instansi terkait.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau langsung dibangun, tentu perlu lahan. Itu juga harus dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian dan kementerian terkait. Kewenangannya ada di sana,” ujarnya.
Ratu Zakiyah menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Serang. Pemerintah daerah akan terus melakukan langkah mitigasi sambil menunggu penanganan jangka panjang dari instansi yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sungai dan bantaran.
Longsor di Cikeusal diketahui terjadi dua hari sebelum peninjauan. Hujan lebat dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama kejadian tersebut. Meski kerusakan cukup parah, pemerintah daerah bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, cuaca ke depan masih sulit diprediksi. Karena itu, relokasi menjadi langkah penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ratu Zakiyah.
Untuk penanganan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Serang akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten. Koordinasi ini difokuskan pada upaya pengamanan bantaran sungai serta solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian menyampaikan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan berupa sembako disalurkan tidak hanya di Kecamatan Cikeusal, tetapi juga ke wilayah lain yang terdampak bencana.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















