Bhikkhu Damakaro, perwakilan umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dalam momentum keagamaan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Mari kita senantiasa jaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadan, kita jaga keseharian kita agar tetap kondusif dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Sementara itu, Eko Sudono sebagai perwakilan umat Hindu menilai kegiatan budaya lintas iman efektif memperkuat semangat kebangsaan.
Ia menyebut Kota Serang sebagai wilayah multietnis dan multiagama yang membutuhkan ruang ekspresi bersama.
“Serang ini multietnis dan multiagama. Acara ini memunculkan sisi pribadi kita untuk menguatkan kerukunan nusantara, khususnya di Kota Serang,” ujarnya.
Kirab Budaya Lintas Iman ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dalam format lintas agama yang menyatu dalam satu panggung kebudayaan. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kesiapan Kota Serang menyambut Ramadan dan Imlek dalam semangat toleransi dan moderasi beragama.
Pemerintah Kota Serang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Selain memperkuat moderasi beragama, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam mengelola keberagaman secara harmonis.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















