“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten ini sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Buktinya Pelabuhan Internasional Karangantu pernah berjaya. Itu bukti masyarakat Banten sangat terbuka,” ujar KH Matin.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang Banten memperlihatkan tradisi keterbukaan terhadap perbedaan. Nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurut KH Matin, keberagaman bukan hanya fakta sosiologis. Keberagaman adalah modal pembangunan yang harus dikelola dengan bijak.
“Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru potensi untuk kita bersatu,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Serang dalam memperkuat kerukunan umat beragama. Dukungan tersebut, kata dia, tidak berhenti pada simbol, tetapi mulai terlihat dalam kebijakan strategis.
“Pemerintah Kota Serang sangat konsen terhadap toleransi. Salah satunya, politik anggaran untuk menciptakan kerukunan ini sudah mulai nampak di Kota Serang,” jelas KH Matin.
Apresiasi serupa datang dari tokoh lintas agama. Pendeta Erwin Marbun dari HKBP Resort Serang menyatakan pemerintah hadir tanpa sekat dan terasa dekat dengan umat.
“Sejauh ini pemerintah, baik Kota Serang maupun Provinsi Banten, tidak pernah lepas pandang dari umat beragama. Kehadiran mereka sangat kekeluargaan, ini cita rasa Banten yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















