Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menghadiri pembukaan Muscab DPC PPP se-Banten di Kota Serang, Senin (25/5/2026), sekaligus menyerukan soliditas kader menghadapi Pemilu 2029.
Ia juga mengingatkan bahwa partai politik memiliki amanah konstitusi yang harus dijalankan secara konsisten. Karena itu, seluruh kader diminta tetap menjaga persatuan meski memiliki pandangan politik berbeda.
Menurut Mardiono, kondisi tersebut serupa dengan dinamika politik nasional yang tetap berjalan meski sering diwarnai perbedaan pendapat dan sengketa politik.
“Negara tidak boleh berhenti hanya karena ada perbedaan pandangan. Partai juga begitu. Ini amanah konstitusi dalam negara demokrasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mardiono juga menyampaikan analogi sederhana terkait pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi partai. Ia mengibaratkan dinamika politik seperti perbedaan pendapat dalam pelaksanaan salat Jumat.
“Saya ibaratkan seperti salat Jumat. Berbeda pendapat itu boleh, tapi jangan sampai menghentikan salat Jumatnya,” ucapnya.
PPP saat ini terus mengebut pelaksanaan Muscab di berbagai wilayah Indonesia. Mardiono mengungkapkan lebih dari 50 persen Muscab telah terlaksana secara bertahap di seluruh daerah.
“Muscab kita sudah lebih dari 50 persen di seluruh Indonesia. Insya Allah tidak lama lagi selesai,” katanya.
Setelah Muscab selesai, PPP akan melanjutkan agenda konsolidasi hingga tingkat kecamatan melalui musyawarah anak cabang. Selain itu, partai berlambang Ka’bah itu juga sedang menyiapkan pembaruan sistem teknologi informasi guna memperkuat tata kelola organisasi.
“DPP sudah mempersiapkan sistem IT yang baru karena memang sudah waktunya diperbarui,” ujar Mardiono.