Mulai 15 Juni, BPS Kota Serang Sensus Semua Usaha di Kota Madani, YouTuber hingga Toko Online Ikut Didata

Kilas Banten
2 Jun 2026 13:06
Serang 0
3 menit membaca

“Tujuannya ingin mendapatkan data seluruh kegiatan ekonomi yang ada di Kota Serang. Termasuk usaha online yang selama ini tidak terlihat secara fisik, nanti juga akan kami data,” ujarnya.

Data yang diperoleh nantinya akan menjadi gambaran terbaru kondisi ekonomi Kota Serang. Hasil sensus juga akan dibandingkan dengan data Sensus Ekonomi 2016 yang menjadi pelaksanaan sensus sebelumnya.

Tri mengingatkan bahwa Sensus Ekonomi hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Setelah pelaksanaan tahun 2026, sensus berikutnya baru akan dilakukan pada tahun 2036.

Salah satu fokus penting dalam sensus kali ini adalah pendataan ekonomi digital.

Menurutnya, perkembangan usaha berbasis internet seperti toko online, content creator, hingga YouTuber selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam data ekonomi daerah.

“Kita tidak tahu di rumah itu ada usaha apa. Bisa jadi ada peredaran uang dari usaha digital, content creator, YouTuber, atau toko online yang selama ini belum terdata,” jelasnya.

Baca Juga  Wali Kota Budi Rustandi Targetkan Kota Serang Juara Umum MTQ Banten 2026, Tegas Larang Peserta Cabutan

Jika seluruh aktivitas ekonomi digital berhasil dicatat, Tri meyakini kontribusinya akan berdampak pada peningkatan perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Serang.

Pelaksanaan sensus dilakukan secara menyeluruh, bukan menggunakan metode sampling. Karena itu, seluruh pelaku usaha di Kota Serang diharapkan dapat memberikan informasi yang jujur kepada petugas.

Sebanyak 529 petugas akan disebar ke enam kecamatan dan 67 kelurahan.

Mereka akan mendatangi berbagai jenis usaha, mulai dari bank, bengkel, showroom, pusat perbelanjaan hingga rumah-rumah warga yang memiliki kegiatan ekonomi.