“IPPNU harus hadir sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah IPPNU Banten, Hj Su’aibatul Islamiah, menilai Konfercab sebagai momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan.
“Konferensi Cabang ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah strategis untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nilai musyawarah dan demokrasi selama proses berlangsung. Menurutnya, sikap tersebut harus dibarengi dengan akhlakul karimah agar marwah organisasi tetap terjaga.
Hal senada disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang, KH Muhamad Robi Ulfi Zaini Thohir.
Ia menilai Konfercab IPPNU memiliki peran strategis dalam mencetak kader perempuan Nahdlatul Ulama yang berkualitas dan berdaya saing.
“Konfercab ini adalah momentum untuk meneguhkan visi bahwa IPPNU bukan hanya organisasi pelajar, tetapi juga kawah candradimuka lahirnya perempuan NU yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemimpin yang terpilih harus memiliki integritas dan kapasitas yang kuat. Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu melahirkan gagasan besar, terutama dalam memperkuat peran IPPNU di sekolah, pesantren, hingga ruang digital.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















