Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menghadiri panen perdana bawang merah varietas Batu hasil uji coba penggunaan pupuk bio-organik berbasis mikroba di wilayah dataran rendah.
Melihat hasil yang menjanjikan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana melanjutkan kerja sama dengan PT BioArk Global Pte. Ltd. melalui DKP3. Langkah tersebut dilakukan untuk mengkaji penggunaan pupuk bio-organik secara lebih luas apabila hasil uji coba berikutnya tetap menunjukkan performa yang positif.
Benyamin menjelaskan, bawang merah merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang tingkat konsumsinya cukup tinggi. Karena itu, peningkatan produksi lokal dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel,” katanya.
Saat ini, uji coba masih difokuskan pada komoditas bawang merah. Pemerintah daerah akan mengevaluasi hasilnya sebelum memperluas penerapan teknologi tersebut ke komoditas hortikultura lain, termasuk cabai.
Sementara itu, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan bahwa pupuk Arktivate dikembangkan dengan teknologi mikroba yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus membantu tanaman menghadapi dampak perubahan iklim.
Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen lebih baik. Selain itu, kandungan nutrisi di dalam tanah juga dapat bertahan sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan media tanam organik konvensional.