Ia menambahkan, ISNU Kota Serang juga mulai mendapat pengakuan di level nasional. Salah satunya dengan diundangnya ISNU sebagai panelis dalam forum Perhimpunan Mahasiswa Nuklir Indonesia.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Asep, hal tersebut membuktikan bahwa sarjana NU mampu terlibat dalam diskursus strategis lintas disiplin.
“Kita ingin anak-anak muda NU terus dirangkul dan diberi ruang. Dengan gaya khas NU, kita masuk dan berkontribusi di berbagai komunitas keilmuan,” kata Asep.
Dukungan moral dari para senior, lanjut Asep, menjadi faktor penting dalam menjaga soliditas organisasi. Ia juga menekankan perlunya pembaruan mentalitas pengurus agar daya juang ISNU semakin kuat.
“Mental harus terus di-upgrade supaya kontribusi NU bisa melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW ISNU Banten, Bahruddin, dalam sambutannya menyoroti keunikan ISNU sebagai satu-satunya badan otonom NU yang mensyaratkan sarjana sebagai pengurus.
Ia menyebut ISNU Kota Serang memiliki potensi akademik yang menonjol, termasuk adanya kader dengan keahlian khusus seperti nuklir.
Menurut Bahruddin, tantangan ke depan adalah fokus dan kolaborasi. ISNU, kata dia, harus memilih bidang garapan yang sesuai dengan kompetensi, layaknya dokter spesialis.
“Jangan semua dikerjakan. ISNU harus tampil dengan keunggulan SDM-nya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia NU agar mampu tampil di ruang publik. Bahruddin menilai perkembangan pendidikan di Kota Serang dan Banten sangat pesat, sehingga perlu dirangkul dan diarahkan agar memberi manfaat nyata.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















