KILAS BANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menggelar istighotsah untuk memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-103. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Majelis Utama Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Senin, 5 Januari 2026.
Peringatan Harlah NU ke 103 mengangkat tema “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”. Tema tersebut menegaskan arah perjuangan NU sebagai organisasi keagamaan yang konsisten menjaga persatuan, merawat nilai kebangsaan, dan menghadirkan kemanfaatan nyata bagi umat serta bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Mustasyar PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menyampaikan refleksi tentang perjalanan panjang NU dan tantangan yang dihadapi organisasi ke depan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan jam’iyah di tengah dinamika internal yang terus berkembang.
KH Matin menilai perbedaan pandangan di dalam organisasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Namun, setiap perbedaan harus dikelola secara dewasa dan diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam organisasi. Ia mengingatkan agar ambisi pribadi tidak mengorbankan persatuan NU.
Menurutnya, setiap kepengurusan memiliki masa bakti dan aturan yang jelas. Seluruh kader wajib menghormati proses tersebut dan menjaga etika berorganisasi. Ketidaksepakatan, kata dia, tidak boleh berujung pada konflik yang melemahkan organisasi.
“Kalau ada kekurangan atau kesalahan hari ini, ingatkan dengan cara yang baik. Itulah bentuk memelihara organisasi,” ujar KH Matin di hadapan pengurus dan warga NU yang hadir, Senin, 5 Januari 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















