Bimbingan intensif ini akan berjalan hingga pertengahan Maret 2026. Materi pembelajaran disusun sesuai standar seleksi masuk PTN dan difokuskan pada penguatan kompetensi akademik santri secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan para santri siap secara akademik dan mental sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi,” ujar KH Dede Permana, Senin, 9 Februari 2026.
Dalam pelaksanaannya, PPTDI menggandeng lembaga bimbingan belajar Edu Talenta Indonesia sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pendampingan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan seleksi nasional masuk PTN.
Selain bimbingan belajar, pesantren juga menyiapkan berbagai program pendukung. Kegiatan tersebut meliputi try out secara berkala, psikotest untuk memetakan minat dan bakat santri, layanan konsultasi pemilihan program studi, hingga pendampingan teknis dalam proses pendaftaran dan registrasi kuliah.
Seluruh rangkaian program dirancang untuk membantu santri mengambil keputusan pendidikan secara tepat dan realistis. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pemilihan jurusan sekaligus meningkatkan peluang santri diterima di PTN.
Program persiapan masuk perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Beasiswa Santri Baznas. Dukungan ini menjadi elemen penting dalam memastikan seluruh santri memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendampingan pendidikan.
KH Dede Permana menjelaskan bahwa upaya mendorong santri masuk PTN telah menjadi agenda rutin pesantren selama beberapa tahun terakhir. Program ini dijalankan secara konsisten dan menunjukkan hasil yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















