Aktivitas pekerja di kawasan industri. Meningkatnya kasus PHK sepihak memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Karena itu, Noviardi mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan di bidang ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan efektivitas mekanisme mediasi antara perusahaan dan pekerja. Langkah tersebut dianggap penting agar PHK benar-benar menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya penyelesaian dilakukan.
Selain pengawasan yang lebih ketat, pemerintah juga didorong memperkuat sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Program peningkatan kompetensi pekerja, pelatihan berbasis kebutuhan industri, hingga dukungan terhadap UMKM dinilai perlu diperluas guna menciptakan lebih banyak peluang kerja baru.
Pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif juga disebut memiliki potensi besar untuk menjadi sumber lapangan pekerjaan di masa mendatang. Kedua sektor tersebut dinilai mampu menjadi alternatif dalam menghadapi perubahan struktur pasar tenaga kerja yang terus berkembang.
Noviardi menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi harus segera dilakukan agar lonjakan angka PHK tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar. Ia juga meminta pemerintah menyiapkan program perlindungan sosial dan skema transisi kerja bagi pekerja terdampak agar kondisi ekonomi keluarga tetap terjaga selama mencari pekerjaan baru.
“Pasar tenaga kerja membutuhkan keseimbangan. Dunia usaha harus tetap hidup agar ekonomi bergerak, tetapi pekerja juga harus memperoleh kepastian perlindungan hak dan rasa aman dalam bekerja,” tutupnya.***