KILAS BANTEN – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten, Usman Assidiqi Qohara, menyerukan masyarakat Banten untuk menghidupkan kembali Gerakan Magrib Mengaji.
Gerakan ini sudah lama menjadi tradisi religius di Provinsi Banten dan menjadi salah satu fondasi yang melahirkan banyak ulama besar.
Salah satu ulama terkenal yang lahir dari tradisi ini adalah Syeh Nawawi Albantani, seorang ulama asal Banten yang diakui secara global.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Usman menegaskan pentingnya gerakan ini saat mengikuti Senam Sehat dan peluncuran Hari Santri Nasional (HSN) 2024 tingkat Provinsi Banten.
Acara ini dilaksanakan di Lapangan Utama Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia, KP3B Curug, Kota Serang.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh pegawai Kementerian Agama di Provinsi Banten dan diisi dengan penanaman bibit pohon.
Dalam pidatonya, Usman menyampaikan bahwa Gerakan Magrib Mengaji harus menjadi komitmen bersama seluruh masyarakat Banten.
Mengaji setelah magrib, menurutnya, adalah pondasi agama yang harus melekat kuat, terutama pada anak-anak.
“Kita harus ajarkan anak-anak kita untuk mengaji setelah magrib, bukan malah menonton televisi atau bermain gadget,” tegasnya.
Lebih lanjut, Usman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sangat mendukung kegiatan keagamaan di wilayahnya.
Pemprov Banten juga berkomitmen untuk terus mendukung eksistensi Pondok Pesantren (Ponpes) di seluruh provinsi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran santri dan pesantren dalam membangun masyarakat Banten yang religius serta berdaya saing tinggi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















