Usman berharap bahwa momentum peringatan Hari Santri Nasional ini bisa menjadi titik awal untuk membina masyarakat Banten yang lebih religius.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berkutat pada aspek keagamaan, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki daya saing di berbagai bidang kehidupan.
Sebagai wujud nyata, Pemprov Banten terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman agama di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Usman pun optimis bahwa dengan kembalinya Gerakan Magrib Mengaji, akan lahir generasi yang lebih paham agama dan memiliki karakter kuat.
Selain itu, ia juga mengungkapkan harapannya bahwa tradisi ini akan terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Banten.
Usman menambahkan bahwa pondasi pendidikan agama harus diperkuat, seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang makin pesat.
“Di tengah arus modernisasi, anak-anak kita perlu pondasi yang kuat dalam hal keagamaan,” imbuhnya.
Peluncuran Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan tradisi keagamaan mereka.
Usman percaya bahwa gerakan semacam ini mampu memperkuat jati diri masyarakat Banten sebagai masyarakat yang religius dan bermartabat.
“Mari bersama-sama kita jadikan Gerakan Magrib Mengaji sebagai gerakan besar untuk membangun masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.***
Halaman : 1 2

















