Ratusan Buruh Geruduk Kantor Pendopo Serang, Kecewa Berat karena Bupati Zakiyah Tak Muncul

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan buruh dari berbagai serikat menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis, 18 Desember 2025, menuntut kebijakan pengupahan yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja.

i

Ratusan buruh dari berbagai serikat menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis, 18 Desember 2025, menuntut kebijakan pengupahan yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja.

“Beberapa daerah berani menyatakan keluar dari pola yang ada. Pada akhirnya mereka tidak disalahkan oleh menteri karena tujuannya jelas, untuk menaikkan daya beli,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Asep juga menyoroti mekanisme penetapan upah yang dinilai hanya mengikuti norma formal.

Ia menilai proses tersebut tidak mempertimbangkan kondisi riil buruh di lapangan. Formula pengupahan yang digunakan saat ini disebut justru merugikan pekerja.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sisi pemerintah, kami tidak melihat keberpihakan. Semua proses pengupahan selalu mengikuti norma yang tidak menguntungkan buruh,” ucap Asep.

Ia menambahkan, perhitungan ekonomi yang digunakan sangat minim dampaknya.

“Pengalinya hanya 0,5. Dari pertimbangan ekonomi yang seharusnya membantu, akhirnya tidak bisa berbuat banyak,” lanjutnya.

Baca Juga  Natal 2025 Dijaga Ketat, Gubernur Andra Soni, Forkopimda bersama FKUB Turun Langsung ke Gereja, Banten Aman dan Kondusif

Kekecewaan buruh semakin terasa karena tidak ada perwakilan pemerintah daerah yang memberikan jawaban tegas. Buruh berharap pemerintah daerah berani melakukan intervensi dan mengambil kebijakan nyata, bukan sekadar mengikuti aturan yang dinilai merugikan.

“Kami berharap pemerintah berani intervensi dan berani keluar dari aturan. Kami ingin langkah nyata untuk buruh. Tapi hari ini tidak ada respons apa pun dari pemerintah,” tegas Asep.

Absennya Bupati Serang menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut. Asep menilai ketidakhadiran kepala daerah sebagai bentuk tidak adanya keberpihakan terhadap buruh di Kabupaten Serang. Ia mengaku mendengar berbagai informasi terkait keberadaan bupati, namun hal itu tidak mengubah sikap buruh.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”
Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Aksi demo buruh mengguncang Pendopo Bupati Serang. Ratusan pekerja menuntut keberpihakan soal pengupahan dan kecewa karena Bupati Serang tidak hadir menemui massa

Berita Terkait

-

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

Berita Terbaru