Primaya Hospital Tangerang bersama BPBD Kota Tangerang menggelar simulasi gempa megathrust dan kebakaran. Puluhan tenaga medis dilatih melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat.
“Melalui simulasi bersama ini, kami tidak hanya melatih mental staf agar lebih percaya diri, tetapi juga bertujuan untuk melakukan evaluasi total terhadap SOP evakuasi yang sudah berjalan selama ini,” tambahnya.
BPBD Kota Tangerang menilai latihan seperti ini perlu dilakukan secara rutin, terutama di fasilitas publik dengan tingkat aktivitas tinggi seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, dan gedung perkantoran.
Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas, simulasi dinilai efektif meminimalisasi kepanikan saat bencana benar-benar terjadi. Proses evakuasi yang terlatih juga diyakini mampu mempercepat penyelamatan korban dalam kondisi darurat.
Sebagai bagian dari kampanye kesiapsiagaan bencana, BPBD Kota Tangerang turut mengimbau rumah sakit lain, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta untuk rutin menggelar simulasi serupa.
Masyarakat maupun lembaga yang ingin mendapatkan pendampingan simulasi penanggulangan bencana dapat mengajukan permohonan resmi melalui kantor BPBD Kota Tangerang maupun akun Instagram resmi BPBD Kota Tangerang.
Melalui simulasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap budaya sadar bencana semakin meningkat. Dengan kesiapan yang matang, risiko korban jiwa dan kepanikan saat terjadi bencana diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.***