Primaya Hospital Tangerang bersama BPBD Kota Tangerang menggelar simulasi gempa megathrust dan kebakaran. Puluhan tenaga medis dilatih melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat.
Ia menegaskan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi. Karena itu, tenaga kesehatan dituntut mampu bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang saat menghadapi tekanan di lapangan.
Menurut dr. Putri, latihan berkala sangat penting untuk membangun rasa percaya diri seluruh staf rumah sakit. Dengan begitu, petugas dapat menjalankan prosedur keselamatan secara maksimal ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
“Harapannya, hasil dari simulasi ini bisa memberikan rasa percaya diri kepada staf, supaya pada saat terjadinya bencana seperti ini mereka lebih siap menanggulangi demi keselamatan pasien dan pengunjung yang ada di rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan simulasi tersebut. Sebanyak 15 personel diterjunkan lengkap dengan berbagai peralatan penyelamatan darurat.
Inspektur Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Daik Romatta, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah mitigasi bencana di wilayah perkotaan.
Menurutnya, inisiatif rumah sakit menggelar simulasi patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pasien, tenaga medis, dan pengunjung rumah sakit.
“Kegiatan hari ini bermula dari inisiatif RS Primaya untuk melihat kemampuan mereka ketika menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Daik.
Ia menjelaskan, simulasi bersama tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi standar operasional prosedur atau SOP evakuasi yang selama ini diterapkan pihak rumah sakit.