Jika kondisi itu dibiarkan, risiko luapan air ke permukiman warga akan semakin besar ketika hujan deras terjadi dalam waktu lama. Karena itu, pengerukan lumpur dilakukan untuk mengembalikan fungsi Situ Bulakan sebagai penampung air sekaligus pengendali banjir alami di wilayah Periuk.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pengerukan sedimentasi, petugas juga membersihkan saluran air agar aliran tetap lancar dan tidak tersumbat sampah maupun endapan lumpur. Pemerintah menilai kelancaran distribusi air sangat penting untuk mencegah genangan di kawasan permukiman.
Taufik menjelaskan, proses normalisasi ditargetkan selesai dalam waktu 20 hari ke depan. Pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan maksimal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar.
“Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal,” katanya.
Upaya pengendalian banjir di Kota Tangerang sendiri terus dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pemerintah daerah juga melakukan normalisasi di sejumlah kali dan saluran drainase yang berada di titik rawan genangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Tangerang untuk meminimalkan dampak banjir saat musim hujan. Pemerintah ingin memastikan sistem drainase dan kawasan penampungan air mampu berfungsi optimal ketika intensitas hujan meningkat.
Selain fokus pada proyek normalisasi, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran warga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengendalian banjir.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















