Alat berat dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur di kawasan Situ Bulakan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sebagai bagian dari proyek normalisasi pengendalian banjir.Setelah normalisasi rampung, kapasitas tampung Situ Bulakan diproyeksikan mencapai 600 ribu meter kubik air. Angka ini menjadi peningkatan signifikan dibanding kondisi sebelumnya yang tidak lagi optimal akibat pendangkalan. Pemerintah menilai kapasitas tersebut mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan rawan genangan.
Tidak hanya fokus pada pengerukan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan tahapan lanjutan berupa pembangunan penurapan di sekitar bantaran situ. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur tepi dan menjaga hasil normalisasi agar bertahan dalam jangka panjang. Penurapan juga diharapkan mampu mengurangi risiko longsor di area sekitar perairan.
Taufik menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, pekerjaan normalisasi masih terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam hitungan hari ke depan. Pemerintah optimistis seluruh proses dapat dirampungkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, proses normalisasi masih berjalan hingga saat ini dan diperkirakan dapat dituntaskan dalam hitungan hari,” katanya.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Tangerang dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Selain meningkatkan kapasitas tampung air, program ini juga diharapkan dapat menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan yang semakin padat.
Masyarakat di Kecamatan Periuk menyambut positif percepatan normalisasi ini. Mereka berharap Situ Bulakan benar-benar kembali berfungsi optimal sebagai penampung air hujan dan mampu menekan potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.