Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa kirab budaya lintas iman merupakan langkah konkret dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai Kota Serang memiliki modal sosial kuat untuk menjadi contoh kerukunan umat beragama.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten paling ideal dan cocok menjadi role model kerukunan umat beragama. Nilai-nilai ini bahkan bisa diejawantahkan hingga tingkat nasional dan mancanegara,” tutur KH Matin.
Ia menjelaskan, pertemuan momentum Ramadan dan perayaan Imlek pada 2026 menjadi simbol persaudaraan lintas iman. Menurutnya, pendekatan budaya lebih mudah diterima masyarakat karena bersifat inklusif dan menyentuh semua kalangan.
FKUB memandang budaya sebagai medium dialog yang efektif. Melalui kirab dan pentas seni, pesan toleransi disampaikan tanpa sekat. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Serang sebagai kota madani yang maju, bahagia warganya, dan sejahtera kehidupannya.
KH Matin menilai kirab budaya dapat memperkuat rasa memiliki warga terhadap kota. Agenda ini juga menjadi ruang pertemuan antarwarga lintas latar belakang agama dan etnis. Ia berharap kegiatan ini memperkuat empati kolektif dan semangat menjaga lingkungan sosial yang damai.
Pemilihan Kawasan Royal Baroe sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan strategis. Menurut KH Matin, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang ekowisata dan pusat aktivitas budaya masyarakat.
“Kegiatan ini bisa menjadi petunjuk penting bahwa Royal Baroe layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata warga Kota Serang dan sekitarnya,” jelasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















