Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat koordinasi bersama BPJT, operator jalan tol, dan kepolisian guna meningkatkan pelayanan serta menertibkan pelanggaran di ruas Tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak.
“Jadi persiapan untuk zero ODOL di Januari 2027 itu harusnya dari sekarang mulai ditertibkan,” ujar Wilan.
Tak hanya itu, BPJT bersama badan usaha jalan tol juga terus mendorong pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Upaya tersebut mencakup perbaikan kondisi jalan, penanganan titik genangan air, pengaturan antrean kendaraan di gerbang tol, hingga penertiban kendaraan yang memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir.
Dalam upaya mengantisipasi banjir yang kerap mengganggu perjalanan, Astra Infra Toll Road juga tengah mengkaji pelebaran 11 titik crossing drainase di sepanjang ruas tol. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air saat curah hujan tinggi sehingga risiko genangan dapat diminimalkan.
“Kita fokus memang bagaimana supaya jalan tol itu kondisi jalannya memenuhi SPM,” kata Wilan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator jalan tol, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi pengguna Tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak. Dengan penertiban parkir liar, pengawasan kendaraan berat, penanganan ODOL, serta percepatan perbaikan infrastruktur, kualitas pelayanan jalan tol di Banten diharapkan semakin aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan pengguna setiap harinya.***