KILAS BANTEN – Potret kemiskinan ekstrem kembali mencuat di Kabupaten Serang, Banten. Sebuah keluarga yang terdiri dari sembilan jiwa di Kampung Jelupang Wetan, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah yang nyaris ambruk.
Bangunan yang mereka tempati sudah tidak layak huni. Dinding rumah terlihat lapuk dan rapuh. Atapnya bocor di banyak titik. Saat hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumah tanpa hambatan. Penghuni harus meletakkan ember dan wadah di berbagai sudut untuk menampung air agar tidak menggenangi lantai.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh anggota keluarga tinggal dalam ruang sempit yang terasa pengap dan lembap. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena dua orang lanjut usia juga tinggal di dalam rumah tersebut. Salah satu lansia kini dalam kondisi sakit parah dan hanya bisa terbaring lemah tanpa mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Keterbatasan ekonomi menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Keluarga ini tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah atau mengakses layanan kesehatan. Mereka hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya di tengah keterbatasan.
Warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi keluarga tersebut. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. “Kami berharap ada bantuan segera. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, apalagi ada lansia yang sakit,” ujar salah satu warga.
Rumah tersebut diketahui milik Kusnadi yang beralamat di RT 05/02 Kampung Jelupang Wetan. Kondisi bangunan semakin memburuk setelah diterpa hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa itu menyebabkan sebagian struktur rumah roboh dan memperparah kerusakan yang sudah ada.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















