Pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang telah melakukan peninjauan ke lokasi. Kepala Bidang Perumahan Perkim, Aang Khahar Mujakir, menyatakan pihaknya sudah melakukan asesmen terhadap kondisi rumah tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah melakukan asesmen dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan. Perlu diketahui bahwa bantuan pemerintah bersifat stimulan,” ujar Aang, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah umumnya hanya berupa stimulan atau dorongan awal. Bantuan tersebut tidak menanggung seluruh biaya perbaikan. Karena itu, penerima bantuan diharapkan dapat melakukan swadaya. Namun dalam kasus ini, keluarga Kusnadi tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan hal tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan jiwa penghuni. Rumah yang nyaris roboh berpotensi membahayakan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Peristiwa ini juga mencerminkan masih adanya kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Program bantuan rumah tidak layak huni dinilai perlu diprioritaskan bagi keluarga dengan kondisi serupa agar risiko yang lebih besar dapat dicegah.
Selain itu, akses layanan kesehatan juga menjadi kebutuhan mendesak. Lansia yang sakit membutuhkan penanganan medis segera agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan stimulan, tetapi juga menghadirkan solusi yang lebih komprehensif. Skema bantuan penuh dinilai penting bagi keluarga yang benar-benar tidak mampu.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















