Kemendes PDT menggandeng UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk mengembangkan desa tematik di Banten.
Ia menilai pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dibutuhkan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Karena itu, Kemendes PDT membuka ruang kolaborasi dengan UIN Banten dalam berbagai bidang. Bentuk kerja sama yang ditawarkan meliputi pendampingan masyarakat desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan penelitian, hingga pengembangan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Yandri menegaskan, peran akademisi sangat penting dalam membantu desa menggali sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Kehadiran perguruan tinggi juga dinilai mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat pedesaan.
Di sisi lain, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Muhammad Ishom menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Ishom mengungkapkan bahwa UIN Banten selama ini telah memiliki sejumlah desa binaan yang dikelola oleh berbagai program studi, fakultas, maupun institusi universitas. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung implementasi program desa tematik yang sedang didorong pemerintah.
“Kami menyambut baik peluang kolaborasi ini sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Ishom.