KILAS BANTEN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang kembali mencatatkan sederet capaian membanggakan.
Berbagai program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan tersebut terlihat dari sejumlah indikator pelayanan publik yang melampaui target. Salah satunya adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai angka 67 atau berada di atas target provinsi maupun nasional yang ditetapkan pada angka 64.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang diberikan mampu meningkatkan kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 67, melampaui target provinsi dan nasional yang dipatok pada angka 64. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang terus mengalami peningkatan nyata,” ujar Tihar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain indikator pelayanan yang meningkat, DP3AP2KB juga membukukan berbagai penghargaan bergengsi dalam dua tahun terakhir. Prestasi tersebut meliputi penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Nindya, Juara 1 dan Juara 2 Lomba Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Banten, Juara 1 Lomba Rumah Dataku, penghargaan Lomba TAMAS, hingga apresiasi atas indeks pelayanan publik dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta BKKBN.
DP3AP2KB juga terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendorong kesetaraan gender sehingga perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam memimpin, mengambil keputusan, dan menyampaikan pendapat.
“Kami bermitra dengan PKK, DWP, dan Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang agar perempuan bisa setara gender dengan laki-laki untuk bisa memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapatnya,” kata Tihar.
Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang dilaksanakan di seluruh 13 kecamatan juga menjadi salah satu fokus utama. Program ini tidak hanya membekali perempuan dengan kemampuan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kapasitas di bidang politik, sosial, dan budaya agar semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Di sisi perlindungan perempuan dan anak, DP3AP2KB memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui berbagai langkah pencegahan, pendampingan, hingga advokasi hukum bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan dalam upaya pencegahan serta advokasi hukum bagi perempuan dan anak,” lanjut Tihar.
Inovasi lain yang mendapat perhatian adalah program Sekolah Lansia. Program ini telah meluluskan dua angkatan peserta di seluruh kecamatan. Dengan kurikulum yang mencakup tujuh dimensi kehidupan serta pembelajaran bertahap, para peserta mendapatkan bekal untuk menjalani masa lanjut usia secara sehat, produktif, dan mandiri.
Pelaksanaan Sekolah Lansia melibatkan berbagai pihak, mulai dari MUI, Kementerian Agama, PKK hingga relawan masyarakat melalui 12 kali pertemuan dalam setiap semester.
“Lulusan dari Sekolah Lansia diharapkan menjadi agent of change di lingkungannya untuk mengajak para lansia lain tetap sehat, bahagia, berdaya guna, dan tidak merasa kesepian,” jelasnya.
Tak hanya itu, DP3AP2KB juga terus memperluas layanan kesehatan reproduksi melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana dilakukan secara rutin melalui kegiatan keliling di 13 kecamatan serta hadir dalam berbagai agenda resmi Pemerintah Kota Tangerang agar semakin mudah diakses masyarakat.
Menutup keterangannya, Tihar menegaskan bahwa seluruh program tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menciptakan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program strategis ini secara berkelanjutan (sustainable) demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, berdaya, dan sejahtera,” tutupnya.***






