KILAS BANTEN – Kota Serang menjadi panggung penting bagi perbincangan masa depan pembangunan nasional. Dari ibu kota Provinsi Banten ini, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) didorong untuk tampil lebih progresif dan berani mengambil peran strategis sebagai mesin perubahan sosial menuju Indonesia Emas 2045.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Seminar Diseminasi Hasil Penelitian Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama. Seminar bertema “Transformasi Kelembagaan ISNU di Indonesia: Studi Analisis tentang Kemandirian, Inklusivitas, dan Kontribusi terhadap Pembangunan Nasional” itu digelar pada Jumat, 26 Desember 2025.
Ketua Tim Penelitian Transformasi Kelembagaan ISNU, Dr Ali Muhtarom, menegaskan riset ini lahir dari kebutuhan mendesak. Menurutnya, ISNU perlu memperkuat posisi agar tetap relevan di tengah perubahan sosial yang cepat dan penuh disrupsi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

“Penelitian ini menjawab tiga hal utama. Pertama, posisi strategis ISNU dalam menjawab tantangan keilmuan, kebangsaan, dan keumatan. Kedua, strategi transformasi menuju organisasi yang mandiri dan inklusif. Ketiga, agenda dan pola gerakan ISNU dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ali dalam paparannya.
Ali menekankan, ISNU tidak bisa dipahami sekadar sebagai organisasi profesi. Ia menyebut ISNU sebagai laboratorium pemikiran Nahdlatul Ulama. Di dalamnya, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















