Heboh Tokoh Islam Hadiri Perayaan Natal, Tokoh Agama Kasemen KH Saudi: Hormati Undangan, Stop Fitnah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, memberikan pandangan terkait polemik kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal demi menjaga kerukunan antarumat beragama, Selasa, 30 Desember 2025

i

Tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, memberikan pandangan terkait polemik kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal demi menjaga kerukunan antarumat beragama, Selasa, 30 Desember 2025

KILAS BANTEN – Polemik kehadiran Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, dalam perayaan Natal di sebuah gereja terus menuai perhatian publik. Isu ini ramai dibicarakan dan menyebar luas di media sosial. Perdebatan menguat, terutama soal hukum bagi umat Islam masuk ke gereja dan mengucapkan Selamat Natal.

Menanggapi situasi tersebut, tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, angkat bicara. Ia meminta masyarakat menyikapi polemik ini dengan kepala dingin. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh diseret menjadi konflik yang memecah persatuan.

KH Saudi Mu’in menegaskan bahwa kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal dapat dibenarkan dalam konteks tertentu. Salah satunya ketika kehadiran itu didasari undangan resmi dan bertujuan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Menurut pandangan saya, masuk gereja dan mengucapkan Selamat Natal itu diperbolehkan. Terlebih jika yang hadir adalah pengurus FKUB dan mendapatkan undangan resmi,” ujar KH Saudi Mu’in, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menjelaskan, FKUB dibentuk untuk merawat kerukunan antarumat beragama. Peran ini menuntut pengurusnya hadir di ruang-ruang dialog lintas iman. Kehadiran dalam perayaan hari besar agama lain menjadi bagian dari upaya membangun rasa saling menghormati dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.

Menurut KH Saudi Mu’in, kehadiran tersebut tidak bisa dipandang secara sempit.

Ia menilai langkah itu justru mencerminkan komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman. Negara yang plural membutuhkan sikap terbuka dan komunikasi yang sehat antarumat beragama.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Polemik kehadiran tokoh Islam di perayaan Natal memicu perdebatan publik. Tokoh agama Kasemen, KH Saudi Mu’in, menegaskan kehadiran di gereja demi kerukunan diperbolehkan dan meminta masyarakat menghentikan fitnah.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru