KILAS BANTEN – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menggelar Istighotsah dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-103 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejarah panjang NU sekaligus ikhtiar spiritual memohon keselamatan bangsa dan mendorong terwujudnya Indonesia maju.
Istighotsah berlangsung khidmat di Kantor PWNU Banten, Kamis, 8 Januari 2026. Para pengurus, kiai, dan jamaah hadir dan larut dalam doa bersama. Suasana penuh kekhusyukan terasa sejak awal hingga akhir acara. Tema yang diangkat adalah Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama melalui Istighotsah untuk Banten dan Indonesia Maju.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris PWNU Banten, Ahmad Nuri, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-103 NU bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, usia 103 tahun menjadi penanda perjalanan panjang NU dalam sejarah bangsa Indonesia.
“Melalui istighotsah ini, kita bermohon kepada Allah SWT. NU diberi umur panjang dan telah menorehkan sejarah besar. NU ikut mendirikan republik, mempertahankan republik, dan mengisi republik dengan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Ahmad Nuri.
Ia menilai refleksi sejarah menjadi bagian penting dalam peringatan Harlah NU. NU, kata dia, tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga berperan sebagai kekuatan sosial yang ikut membentuk peradaban bangsa, bahkan berkontribusi dalam konteks global.
Ahmad Nuri juga menyoroti kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai bencana dan tantangan. Karena itu, istighotsah dijadikan ruang bermunajat bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















